#PilwalkotBogor: KAMMI Bogor Kunjungi Bima Arya

Rabu, 21 Agustus 2013, sekitar pukul 21.30 WIB beberapa orang pengurus KAMMI Daerah Bogor mengadakan kunjungan ke sekretariat Paguyuban Bogor. Selain berfungsi sebagai sekretariat paguyuban, bangunan tersebut juga menjadi satu dari dari sekian banyak posko pemenangan pasangan Bima Arya – Usmar Hariman untuk pemilihan walikota (Pilwalkot) Bogor yang akan dilaksanakan kurang dari sebulan lagi.

Diskusi dimulai sekitar pukul 22.30, molor satu jam dari rencana awal karena tuan rumah harus menikmati suasana macet ketika hendak pulang setelah seharian blusukan menemui masyrakat kota Bogor. Namun hal itu tidak mengurangi semangat dan esensi dari pertemuan malam itu.

Tujuan kunjungan ini tidak lain untuk berdiskusi seputar permasalahan Kota Bogor dan gambaran lebih jelas mengenai program-program yang diusung pasangan Bima-Usmar. Diskusi dibuka oleh Muhammad Iqbal selaku ketua umum KAMMI Daerah Bogor periode 2013-2015 dengan  memperkenalan beberapa pengurus KAMMI Daerah dan juga ketua komisariat yang hadir saat itu. Selanjutnya, tanpa didampingi oleh cawalkotnya, Bima Arya memaparkan beberapa hal terkait permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Bogor dan program apa yang mereka tawarkan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Bima Arya memulai pemaparannya dengan menggunakan istilah diagnose dan treatment terhadap permasalahan Kota Bogor. Menurut beliau, kemampuan dasar seorang pemimpin yang dibutuhkan kota Bogor adalah kemampuan untuk mampu mendiagnosa akar permasalahan dan bagaimana selanjutnya pemimpin tersebut memutuskan kebijakan dalam rangka memberi treatment kepada kota Bogor agar sembuh dari “penyakit” tersebut.

Menurut diagnosa Kang Bima, permasalahan di Kota Bogor hampir sama dengan kota-kota lainnya. Masih berkutat di area APBD, birokrasi, kemacetan, kemiskinan dan masalah sosial lainnya. Menurut Arya BIma, “Ketika kita mampu mengerjakan yang wajib saja  dulu maka insya Allah semua masalah akan mudah terselesaikan”. Yang dimaksudkan wajib disini seperti pemberantasan korupsi, kemacetan, serta lain sebagainya yang sudah terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Bogor 2005-2025. Sayangnya yang menjadi permasalahan dari dulu hingga kini, RPJP yang sudah baik tersebut dinilai tidak berjalan beriringan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang seharusnya merupakan turunannya turunan dari RPJP. Ketidak konsistenan RPJP dan RPJM inilah yang menjadi salah satu masalah utama yang harus kita selesaikan lebih dulu, ungkap Bima Arya dengan senyum khasnya.

Diskusi mulai lebih interaktif saat beberapa pengurus KAMMI Daerah Bogor mulai mengajukan pendapat dan juga pertanyaa-pertanyaan seputar rencana program-program yang beliau tawarkan. Seperti, mau dibawa kemana kota Bogor kedepannya jika masyarakat mengamanagi beliau sebagai walikota?. Dengan singkat beliau menjelaskan bahwa kota Bogor adalah kota jasa, maka kota Bogor harus didesainn agar benar-benar menjadi kota tempat peristirahatan yang nyaman bagi pengunjung dan wisatawan. Namun, hal ini juga tidak lantas menjadi pembiaran akan pembangunan gedung-gedung secara semena-mena tanpa memperhatikan berbagai aspek khususnya tata kota dan dampak sosial ekonomi terhadapa masyarakat kota Bogor. Hotel-hotel dan gedung jasa lainnya akan dipermudah izinnya jika bangunan tersebut memang layak dan mampu memberikan dampak postif bagi kota Bogor, misalnya mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat kota Bogor dan juga diharapkan mampu mendistribusikan produk-produk karya tangan dari masyarakat Bogor.

Terkait dengan masalah anak jalanan, kaum termarjinalkan, masalah moral remaja, kemacetan dan masalah-masalah sosial lainnya beliau menaruh perhatian khusus dengan adanya tawaran tindakan khusus yang kelak diambil pemerintah untuk menangani masalah-masalah tersebut. Baginya, hal-hal diatas merupakan bagian yang harus diselesaikan tanpa kompromi.

Selain menjadi ajang “mengorek” tawaran-tawaran solusi dari cawalkot nomor urut dua ini, diskusi yang berakhir setelah jarum jam mendekati pukul satu dini hari tersebut juga menjadi ajang tukar pandangan tentang bagaimana seharusnya organisasi pemuda dan pergerakan khususnya KAMMI bertindak menjaga eksistensi mereka yang bukan sekedar hadir namun juga bermanfaat.

Akan sangat panjang jika harus menuliskan semua penjabaran Kang Bima, panggilan akrab KAMMI malam itu. Diskusi selama hampir dua jam ini ditutup dengan penyampaian empat prioritas utama selama lima tahun kedepan jika beliau diberi kesempatan memimpin Bogor. Yaitu:

  1. Tata Kota, dalam satu tahun rakyat Bogor akan menyaksikan sendiri bagaimana tata kota yang semakin baik untuk Bogor.
  2. Pelayanan Publik, selama 5 tahun kedepan masyarakat Bogor akan mendapat kemudahan dalam hal birokrasi.
  3. Kesehatan dan Pendidikan
  4. Ruang di Kota Bogor harus lebih ramah untuk anak-anak lansia dan orang-orang berkebutuhan khusus.

Kunjungan KAMMI Bogor ini ke Bima Arya ini merupakan kunjungan perdana dari rangkaian kegiatan kunjungan KAMMI Bogor ke semua calon Walikota Bogor. Selanjutnya akan dia adakan kunjungan kepada ke-empat pasangan lainnya. Semoga bisa menjadi ajang untuk saling lebih mengenal dan juga menjadi ajang bertukar pikiran untuk kemajuan kota Bogor.

Salam Muslim Negarawan

PD KAMMI Bogor

GALERI  FOTO

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s