Muslim Negarawan dan Perubahan

Tema              : Korelasi Antara Masa Depan Indonesia dan Pemimpin yang Berkarakter Muslim Negarawan

 

         

Negarawan merupan faktor yang sangat penting bagi kepemimpinan nasional Indonesia. Kepemimpinan negarawan diharapkan dapat dikembangkan pada pemimpin pemuda Indonesia yang seharusnya mengemban peran kepemimpinan nasional.

Para pemimpin muda yang berkarakter musim negarawan  senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok. Mereka melandasi kepemimpinannya atas dasar kecintaan yang sangat mendalam kepada Bangsa dan Negara Indonesia. Kepemimpinan negarawan pada pemimpin muda di butuhkan oleh Bangsa Indonesia sejak pra kemerdekaan sampai dengan pasca kemerdekaan saat ini. Bangsa Indonesia pada saat ini masih mengalami krisis pemimpin pemuda yang berkarakter muslim negarawan pada pemuda.

            Kepemimpinan negarawan pada pemimpin pemuda di masa depan hendaknya secara konsisten menjalankan peran sebagai agen perubahan. Perubahan masyarakat Indonesia dari situasi keterpurukan multi dimensi ini menuju Indonesia madani di masa depan, seharusnya dibidani oleh kepemimpinan pemuda yang berkarakter muslim negarawan. Dan jika perubahan tersebut telah terwujud, maka pemimpin pemuda yang berkarakter muslim negarawan hendaknya tidak meninggalkan kepemimpinan nasional dan menyerahkannya kepada pemimpin yang hanya berhasrat dalam kekuasaan, melainkan melanjutkan peran sebagai agen perubahan kepada peran. Artinya, pemimpin pemuda yang berkarakter negarawan selayaknya mengambil peran kepemimpinan nasional dalam pemerintahan baik legislatif maupun eksekutif.

            Kepemimpinan nasional ini dapat diraih melalui pemilihan umum (pemilu) legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota dan pemilu eksekutif untuk jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia

            Untuk dapat menuju seleksi kepemimpinan nasional dalam pemerintahan melalui pemilu tersebut, dapat menggunakan sarana partai politik maupun jalur independen yang diikuti oleh pemuda sebagai tokoh pemimpin negarawan.

Manusia diperankan oleh Allah SWT sebagai khalifah (wakil) Allah di muka bumi ini untuk menegakkan syariat-syariat-Nya, Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (2: 30). Untuk bisa menjalankan fungsi khalifah, manusia harus menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta menyiarkan kebaikan dan kemaslahatan.

Seorang pemuda dapat dilihat dari semangat yang bersemayam di dalam jiwanya. Sudah bukan lagi zamannya kita, kaum pemuda menunggu datangnya perubahan, akan tetapi kita harus menyambut perubahan itu dengan mempersiapkannya. Pemuda hari ini adalah pemimpin dihari esok. Pemuda saat ini tidaklah lagi berbicara tentang perbedaan, figuritas, atau janji manis tanpa bukti, akan tetapi berbicara tentang persamaan, ide, narasi, mengenai impian masa depan Indonesia dan kinerja tentunya.

Oleh    : Yulia Anggraini
Kader KAMMI Komsat Ibnu Hayyan
*Tulisan Peserta National Leadershp Training (DM1) IPB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s