Karakter Muslim Negarawan Merupakan Keharusan Dalam Kepemimpinan

Ilustrasi

Sebelumnya saya akan bertanya bagaimana kondisi Indonesia saat ini ? satu kata untuk menggambarkan Indonesia yaitu MIRIS. Dengan segala kekayaan dan potensi yang dimiliki Indonesia untuk kesejahteraan masyarakatnya, sudah sepatutnya tidak ada lagi orang-orang yang mencari makan saja harus menunggunya di tong sampah. Dengan begitu banyak system di Indonesia, jika tidak dilaksanakan oleh orang-orang yang tepat maka system yang ada hanya akan menjadi kertas kosong yang tak ternilai. Hemat saya, Indonesia saat ini sedang mengalami  krisis kepemimpinan. Yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang bisa berbaris bersama kami dalam membela tanah air. Bukan yang hidup dalam kemewahan dan menggencarkan serangan-serangan kecil kepada Indonesia itu sendiri. Lihatlah bentuk serangan dari mereka-mereka yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepuasan sendiri. Mereka bergerak dan bertindak tidak berdasarkan hati. Allah telah memberikan kita hati dan qolbu, yang dapat membedakan yang mana yang baik dan yang buruk, sehingga dapat mengontrol kegiatan kita sehari-harinya. Mereka ini yang bertindak berdasarkan nafsu.  Krisis ini yang dimiliki para pemimpin Indonesia.

Atas dasar inilah, sebagai mahasiswa yang merupakan asset penerus perjuangan bangsa nantinya, sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri  untuk mengambil estafet kepemimpinan ini. Tentunya dengan tidak mengulangi kesalahan dari para pemimpin sekarang ini. Caranya adalah dengan berkarakter. Tapi, karakter yang seperti apa yang bisa membawa Indonesia ini lebih baik lagi? Baiklah, sebagai seorang muslim yang bertindak dalam kesehariannya berdasarkan qolbu walaupun terkadang nafsu pun menggerogoti kita. Adanya nafsu itu bukan suatu kesalahan, yang salah ialah ketika kita tidak mampu mengendalikan nafsu itu. Nafsu dikendalikan dengan cara apa ? muslim pasti tahulah, bagaimana kita harus mengendalikan nafsu, dengan meningkatkan kualitas ruhiyah kita. Ketika kualitas ruhiyah kita berada pada range yang tinggi, insyaAllah senantiasa ketika kita melangkah selalu menghadirkan Allah SWT, sehingga kita mampu mengalahkan nafsu dunia.

Landasan utama kita adalah Islam. Dengan Islam kita bisa berbicara mengenai apa saja, ekonomi, social, politik, dll. Senantiasa kita calon pemimpin masa depan, memiliki pengetahuan yang luas sehingga mampu memberikan solusi-solusi dari tiap permasalahan yang terjadi di Indonesia bahkan di Negara lain sekalipun NAMUN, tanpa melupakan bahwa Islam sebagai landasan kita. Pengetahuan disini dalam segala aspek, ketika akan terjun sebagai pemimpin di bidang legislative atau eksekutif, mari kita belajar untuk merekonstruksi kembali negri ini di bidang masing-masing tapi tetap menghasilkan suatu harmoni.

Teringat seorang Imam syahid Hasan Al Banna yang mengatakan bahwa sebuah pemikiran akan meraih sukses manakala keimanan kepadaNya kuat, tersedia keikhlasan di jalanNya, semangat untuk memperjuangkanNya semakin bertambah, dan ada kesiapan untuk berkorban dan beramal dalam mewujudkannya. Disini sangat jelas yah, apa landasan utama kita dalam menjalani kehidupan ini. Terkhusus kepada para pemuda sebagai aset bangsa.

Tidak hanya pengetahuan yang luas yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin, tapi softskill-softskill yang lainpun harus terupgrade. Bagaimana cara mengupgrade? Hanya ada satu cara, yakni BERORGANISASI. Melalui organisasi, kita mendapatkan pelatihan dan ilmu-ilmu yang tidak bisa kita dapatkan di ruang kuliah. Factor softskill-softskill ini juga lah yang mempengaruhi kita ketika kita memimpin nanti, makanya ini juga perlu disiapkan.

Wallahualam Bishowab. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh : Dwi Ayu Puji Astuti

Kader KAMMI Komsat Ibnu Hayyan
*Tulisan Peserta National Leadershp Training (DM1) IPB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s