Kenapa (Bisa) Saya Gugur di Jalan Menulis?

Benar-benar terbukti kawan, tulisan adalah album kenangan terbaik. Sebuah peninggalan yang akan mengingatkan kembali diri kita pada masa-masa manis bersama pena. Itulah yang saya rasakan beberapa pekan terakhir ini. Saya buka lembaran demi lembaran tulisan yang pernah dibuat. Membaca kalimat demi kalimat hingga muncul sengatan kuat yang sangat dahsyat, ialah “DREAM”.

 

Hingga kemudian sengatan itu mngantarkan saya pada tips ketiga memulai menulis dalam artikel “Mari (Mulai) Menulis Lagi”, yaitu take action. Mengambil pena dan berikrar dalam sebuah tulisan “Bangkit Menulis, Bangkit Negeriku”. Maka terbitlah tulisan-tulisan selanjutnya sampai hari ini. Belum seproduktif dahulu? Slow but sure guys!

 

Tentu saja saya tidak ingin melewatkan tulisan ini sebagai sebuah pembelajaran berharga yang sangat perlu dipotret dan dibagikan pada khalayak. Berharap pembaca dapat seberuntung saya karena dapat menemukan hikmah dari peristiwa yang telah lewat. Ambil dan lanjutkan yang baik, buang dan perbaiki yang buruk, jangan lupa pakai rumus ATM= Amati, Tiru, Modifikasi.

 

 

Apa jawaban dari judul diatas? Alhamdulillah keyakinan saya akan manfaat blog sangat membantu dalam mengevaluasi kevakuman saya di dunia tulis menulis. Dari dulu saya meyakini jika blog adalah tempat dokumentasi dan publikasi tulisan yang lebih baik dibanding facebook.

 

Salah satunya karena melihat banyakteman kehilangan note yang tersimpan di facebook. Kembali ke sub topik, data statistik dalam blog menggambarkan tingkat produktifitas kita per hari bahkan sampai per tahun.

 

Maka kemudian terjawab poin pertama Kenapa Saya (Bisa” Gugur di Jalan Menulis”?Karena saya kelelahan, memang saya sangat produktif sekali. Kadang sehari bisa tiga tulisan dan tiada hari saya kerjakan kecuali menulis dan menulis. Segitu aja kelelahan? Penulis professional saja bisa lebih dari itu! Berikut saya uraikan.
Pernah saya mendengar seorang ulama mengatakan “Jangan terlalu bersemangat, suatu saat kau akan kelelahan” pun saya menemukan dalam nash-nash Al Qur’an bahwa manusia tidak boleh berlebihan dalam segala hal.

 

Kenapa aktifitas saya berlebihan? Karena pada saat itu saya bekerja di kantor 12 jam per hari dengan hari kerja sampai sabtu bahkan minggu. Akibatnya di kantor saya selalu mengantuk, kelelahan, takjarang pula memengaruhi pekerjaan saya. Karena keasyikan menulis, itu saya anggap pengorbanan yang ternyata menjadi bom waktu bagi kiprah kepenulisan saya.

 

Sesering saya baca tulisan-tulisan lawas membuat saya makin menemukan hikmah. Saya menemukan ada yang tertinggal dari tips yang pernah saya berikan terkait membuat mimpi besar menulis. Yaitu spesifikkan:tertanggal, bulan, tahun, di mana. Mimpi besar tak spesifik ibarat lamunan di awang-awang.

 

Memang energi itu dahsyat tapi contoh: dengan menambahkan tanggal pencapaian, kita akan berinteraksi dengan diri kita di masa depan. Imajinasi yang semakin lekat hingga terasa nyata. Terciptalah motivasi super dahsyat bagi para pencari kesuksesan. Seperti kata para motivator kesuksesan.

 

Ini poin kedua yang saya pun alfa. Artinya spesifik kapan akan dicapai, tanggal, bulan, tahun  agar semakin mengokohkan tekad. Sewaktu itu mimpi besar menulis saya hanya ditulis dalam kertas beserta tahun pencapaian. “Tulisan dimuat di media nasional 2012”. Sebenarnya yang saya maksud adalah Kompas, Media Indonesia dan media cetakmainstream lainnya. Setelah lama menulis tak kunjung tercapai mimpi tersebut. Kenapa gerangan?

 

Tersadar ketika sharing dengan sang pemimpi yang juga penulis, Kanda Guruh Akbar (Penulis Buku Cahaya di atas Cahaya). Beliau mengamini bahwa ternyata mimpi saya tidak spesifik. Benar sekali, tulisan saya telah dimuat di media nasional: Okezone.com, Dakwatuna.com, Harian Suara Karya, dan lain-lain. Karena saya hanya menulis dimuat di media nasional. Tidak spesifik menulis nama dan bentuk media serta waktu pencapaian.

 

Hanya bisa tersenyum dan bersyukur saat itu juga. Terimakasih Kanda telah memberi pencerahan kala itu.Terimakasih Tuhan atas kesempatan untuk menemukan pelajaran.

 

Bersambung…..

 

Ciracas, 24 Juni 2013

 

 

@ekowardaya
MPD KAMMI Bogor

Sumber : https://www.facebook.com/notes/eko-wardaya/kenapa-bisa-saya-gugur-di-jalan-menulis/3137545614220

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s