ini tulisan C.I.N.T.A

 

Cinta: bermula di pikiran, berujung pada tindakan
“bagaikan ia menenun sebuah kain yang benangnya ditarik dari jantungmu, itulah cinta” Khalil Gibran

Ini bukan tulisan melow tentang cinta sederhana dua orang manusia, bukan juga bukan pengartian cinta yang menekankan kepuasan lahiriyah.

Ini bukan seputar pembicaraan ikhwan atau akhwat mengenai masa depannya yang malu-malu tapi menjurus, yang selalu menuliskan dalam status, “lelaki baik untuk perempuan baik” atau juga pengharapan seorang khadijah –yang mengarah pada dirinya- terhadap seorang muhammad yang mengacu lelaki impiannya. Bukan, sekali kali bukan.
Cinta seorang pemuda
Pemuda memiliki hakikat pencarian kebenaran yang tinggi. Saat-saat dimana terhimpunnya 4 kekuatan yang tidak akan pernah ada di masa-masa sebelum atau setelahnya. Adalah keyakinan. Adalah kekuatan. Adalah keikhlasan. Adalahpengorbanan dan kesediaan berbuat.

Kekuatan-kekuatan tersebut akan tercurahkan oleh pemuda untuk mengejar apa yang diinginkannya. Selain pencarian kebenaran, sebagian besar dari pemuda akan mencurahkannya untuk kekayaan yang ia kejar, meningkatkan kadar intelektual, kedudukan atau jabatan, dan juga wanita.
Antara memberi dan menerima
“ia memberi, bukan meminta” Anonim, tentang cinta

Adalah hal klasik mengartikan cinta adalah pengharapan akan pemberian. Pemberian ‘balasan’ dari yang ia cintai terhadap dirinya. Padahal sejatinya, cinta itu bukan mengharapkan pemberian, justru ialah yang memberi.
Pemberian itu berari pengorbanan. Seperti yang dijabarkan di atas, ketika pemuda menginginkan sesuatu, maka ia akan kejar sampai dapat dengan cara apapun, dengan pengorbanan.

….cinta itu bukan mengharapkan pemberian, justru ialah yang memberi.

Contoh lain ketika berbicara tentang aktivis gerakan, bahwasannya keresahan terhadap kenyataan yang tidak sesuai dengan idealita yang menjadi landasan gerak aktivis gerakan. Dan kontribusi adalah adalah bahasa cinta mereka. Kontribusi adalah bentuk dari pemberian, bentuk dari pengorbanan, bukan permintaan. Itu menunjukkan bahasa cinta aktivis gerakan adalah pemberian ‘kontribusi’.
Begitupun dengan kekayaan, ia akan meminta kita untuk memberikan pengorbanan berupa usaha keras dan konsisten. Intelektualitas akan meminta kita untuk belajar sungguh-sungguh. Jabatan akan meminta dari kita konsistensi jejak rekam kepemimpinan, kemampuan dan tanggungjawab kita. Juga ketika kita menginginkan wanita yang baik, maka konsekuensinya kita pun harus berusaha menjadi baik pula.

Ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya Untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air, maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.”

(bersambung #1)

Sumber : http://arynazzakka.wordpress.com/2013/06/06/ini-tulisan-c-i-n-t-a/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s