Khalifah fil Ardh #2

leader movement

Great Leader is the great reader

ArynazzakaKapasitas kita adalah sebagai khalifah fil ardh (khalifah di muka bumi), bukan hanya sekedar khalifah fil Bogor, apalagikhalifah fil kampus. Jadi, jangan sekali-kali kita mengkerdilkan amanah yang diberikan sang Pencipta kita.

Kapasitas seorang khalifah fil ardhmenuntut terkumpulnya berbagai keterampilan spesialis dan penguasaan mendalam dalam satu individu. Sebagai contoh, Muhammad Al-Fatih sebagai penakluk Konstantinopel sejak kecil ditanamkan sikap sebagai khalifah fil ardh, sehingga nyata sabda rasul bahwa ialah sebaik-baik pemimpin pada saat itu, dan prajuritnya adalah sebaik-baiknya prajurit.

Dalam memimpin sholat bahkan beliau tanyakan kepada prajuritnya, “siapa yang tidak pernah sekalipun meninggalkan sholat setelah baligh?” seluruh prajurit masih berdiri tanda bahwa tidak seorangpun yang pernah meninggalkan sholat. “siapa yang tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah?” kemudian beberapa prajuritnya turun pertanda ada yang pernah terlewatkan sholat berjamaah. Hingga kemudian terlontar pertanyaan terakhir, “siapa yang semenjak baligh tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud?” dan ternyata, semua prajurit turun hingga Al-Fatih lah sendiri yang masih tetap berdiri.

Gambaran dari cerita di atas menunjukkan bahwa betapa kapasitas khalifah fil ardhbegitu mengagumkan.

Ia juga dapat diumpamakan bagai singa, yang tidurnya saja membuat orang berhati-hati jika berada di sekelilingnya, dan takut untuk mengganggunya. Ingat, diamnya saja sudah membuat orang takut, membuat orang enggan berbuat hal kemaksiatan.

Ia diumpamakan bagai singa, yang tidurnya saja membuat orang takut…

Menjadi khalifah fil ardh, juga membutuhkan kemampuan destroyer. Kemampuan penghancur, yang sekali diserang  mampu meluluhlantahkan lawan. Agar lawan tidak macam-macam dan menganggap kita remeh. Agar kita mampu melindungi saudara kita.

Kapasitas seorang khalifah fil ardh memandang bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Konflik yang terjadi hanya berdasar pada perbedaan ideologi, kepentingan karena sejatinya “tidak ada lawan abadi”. Khalifah fil ardh adalah orang-orang yang mampu mengendalikan perbedaan-perbedaan itu. Mengendalikannya ke arah kebaikan. Menjauhkannya dari potensi perpecahan. Ia bagai penakluk kuda liar yang dapat ia gunakan sebagai kuda tunggangannya.

karakter destroyer harus juga dimiliki. khalifah fil ardh adalah pengendali

Khalifah fil ardh tidak memandang bahwa politik dan ekonomi (bisnis) adalah bagian yang terpisah dan harus diperjuangkan berdasarkan prioritas. Ia pandang bahwa politik dan ekonomi adalah bagai dua muka keping mata uang. Lekat. Dan tidak terpisahkan. Bisnis haruslah di back up dengan kebijakan. Sedangkan politik juga tidak dapat mengingkari peranan ekonomi. Keseimbangan politik-ekonomi inilah yang telah dibuktikan oleh SDI (Serikat Dagang Islam) dan SI (Serikat Islam) yang menjadi kekuatan politik dan ekonomi yang ditakuti oleh pemerintahan kolonial Protestan Belanda.

politik dan ekonomi adalah bagai dua muka keping mata uang

*: Arynazzakka, mantan Presiden BEM AKA 2012-2013. Sangat tertarik di bidang #kemandirian, selain Politik-Teknologi-Sains dan Pemikiran. Ahli Teknik Kimia Spesialisasi Persenjataan 2022. Bercita-cita menjadi Menteri Penerapan Teknologi 2049.

catatan: Tulisan ini merupakan Hasil kajian Manhaj Haroki (Pedoman Pergerakan Islam) oleh Ust. Nuruzzaaman (16 Mei 2013)

OlehArynazzakka*

Sumber : http://arynazzakka.wordpress.com/2013/05/22/khalifah-fil-ardh-2/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s